Selasa, 20 Januari 2015

Hati yang ga mau pergi..



Setelah puas jalan jalan di negeri Singa  maka hari ini gw berniat melanjutkan perjalanan menuju negeri Jiran. Pertama gw harus naik MRT ke Kranji dan melanjutkan naik bus tujuan Johor Baru. Ribet ya? Kenapa ga naik pesawat? Gini, sebagai seorang backpacker gw menganut paham 'jalan yang penting sampe, tidur yang penting merem dan makan yang penting kenyang'. Jadi inilah cara termurah untuk sampai ke Malaysia. Lagipula a little adventure not killing you right?


Nguuuuunngggg..

Suara MRT berjalan cepat. Gw berdiri di deket pintu sambil pegangan dan melihat sekitar. Mata gw tertuju pada stiker kartun di jendela yang intinya menyuruh kita untuk memberikan kursi kepada orang tua dan ibu hamil. Betapa anjuran yang bagus dan dikemas secara eyecatching sehingga mudah dibaca. Gambarnya macam di games Dumb Way to Die gitu deh. Lucu dan menarik. Mungkin Commuter Line kita perlu variasi macam ini agar kasus seperti Dinda ga terjadi lagi.

Akhirnya MRT sampai di Kranji. Baydewey ini bukan Kranjinya Bekasi loh ya. Ini masih di Bumi.  *dikeplak warga bekasi*. Dari Kranji gw melanjutkan naik bus nomer 110 menuju Johor Baru. Bus ini trayeknya lintas negara. Bolak balik antara Singapur-Malaysia.

Jauh jauh kemari nemunya Kranji juga

Kranji - Johor Baru bisa ditempuh dalam waktu 5 jam dan gw berdia mudah mudahan masih dapet duduk di bus. Alhamdulillah ya namanya anak soleh ada aja rejekinya. Ternyata pas banget dapet duduk. Ga lama gw langsung terlelap.

'Woi bangun woi', suara yang ga asing mengembalikan gw ke alam nyata. Reno bangunin gw untuk mengajak gw turun. Ternyata kita dah sampe di perbatasan Singapore. Kita harus turun buat lapor ke imigrasi Singapore.

Dengan males gw turun dari bus dan naik eskalator masuk ke suatu gedung. Di dalam tampak orang orang berlari lari. Dalam hati gw nanya kenapa sih disini pada buru buru banget?? Ketika melihat antrian loket..WAKWAAAWW..mendadak gw tau alesan mereka lari lari dan gw nyesel ga ikut lari.

Ternyata antrian di loket udah kayak antrian halillintar di Dufan saat musim liburan. Gw dengan pasrah menuju salah satu loket untuk antri.Ternyata gw salah ambil antrian. Loket gw bermasalah. Tampak beberapa orang India mengalami masalah perijinan sehingga membuat antrian stuck ga maju. Di saat Reno, Ema dan mbak Maya udah selesai gw masih manyun dalam antrian.

- 16 menit kemudian -

PLOK!!! Akhirnya cap kedua mendarat mulus di pasport gw. Gw keluar gedung untuk turun dan naik bus lagi. Sesampai di bawah gw kembali bengong. Antrian untuk masuk ke bus 3x lebih panjang dari antrian loket!!! Ternyata ini wiken dan sebagian orang di Singapore yang pekerja adalah warga Malaysia dan mereka hendak pulang. Wadefak banget dah!!

Sayang ada larangan mengambil gambar di sini. Ema dengan iseng ngambil gambar, ga lama doi disamperin petugas dan hapenya diambil untuk menghapus poto tadi. Mamam!! Ga nurut sih :p

- 45 menit kemudian -

Setelah lelah menunggu jodoh dalam antrian, busnya pun penuh sesek. Tapi ga perlu lama lama di bus kita dah harus turun lagi di imigrasi Malaysia. Belajar dari pengalaman sebelumnya, gw langsug lari menuju loket biar ga antri lama dan taktik itu b\sukses. Disini cuma perlu 5 menit buat antri. Prosesnya pun sama : cek pasport, scan sidik jari dan poto. PLOOKK!!

Akhirnya gw sampe di Johor Baru, darisini gw akan naik sleeping bus menuju TBS (Terminal Bersepadu Selatan). Busnya tingkat dan memilik kursi yang empuk. Sayangnya ga dapet makan. *dikeplak*. Disini busnya ontime. Jalan jam 10 ya jalan. Yang belum dateng ya ditinggal. Jadi jangan sampe ngaret ya, kebiasaan!!

busnya kane reneeebb!!

Bus melaju pelan diantara gelapya malam jalanan di Johor Baru. Bus yang gw naikin ga terlalu penuh. Cuma sekitar 15 orang. Gw berempat, 5 orang anak muda yang sepertinya orang Malaysia, 2 pasangan china dan sepasang kakek nenek.

Malam kian larut dan gelap. Ga ada yang bisa diliat dalam kegelapan malam kayak gini. Hanya ada 1-2 penerangan jalan. Sisanya, ga keliatan apa apa. Sama kayak hati gw saat ini. Kosong dan gelap. Ga bisa ngerasain apa apa.

Gw menerawang melihat kegelapan yang malam bawa melalui jendela. Perlahan gerimis turun, menghasilkan bulir bulir sungai kecil di kaca jendela. Di antara bulir itu gw ngeliat bayangan dirinya. Wanita yang kini jadi bagian masa lalu gw.

Ada penelitian bahwa hujan punya unsur yang membuat otak membuka syaraf memori sehningga membuat kita mengingat lagi kenangan yang pernah terjadi. Walaupun itu kenangan yang ingin kita lupakan. Tapi bukan itu alesan gw mengingat dia.

Rinai hujan basahi aku
Temani sepi yang mengendap
Kala aku mengingatmu
Dan semua saat manis itu

Tau lagu Hujan yang dinyanyikan Utopia? Hujan selalu mengingatkan gw tentang dia. Betapa kita suka dengan hujan dan beberapa momen hujan yang kita share bersama. Dari bau khas ketika hujan datang bercumbu dengan tanah, melihat tetesan hujan yang seperti mengajak menari bersamanya dan mendengar suara hujan yang selalu membuat hati terasa lebih tenang. Yap, jika orang lain adalah penikmat dan pecandu kopi, maka kami adalah para pecandu hujan. Kami selalu senang saat hujan turun.

Aku selalu bahagia 
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu 
Untukku sendiri   

Lagu itu terngiang di kuping dan secara otomastis terlantun secara perlahan di bibir. Terkadang, seberapa jauh pun kita pergi untuk ngelupain seseorang dan ngilangin rasa sakit di hati, kenangannya akan tertinggal terus. Kenangan saat semua masih baik baik saja. Saat kita masih bercanda dan tertawa. Seperti janjinya untuk selalu bersama apapun yang akan terjadi.

Roy pernah nulis, terkadang tubuh melakukan perjalanan jauh untuk melupakan seseorang, namun hati masih stuck tertinggal di tempat yang sama.

Hati berjarak, tapi hati ga ikut bergerak.
Kaki melangkah, namun hati tampaknya sudah lelah.



- to be continued -

3 komentar:

Cumilebay MazToro mengatakan...

Jadi kamu pergi untuk melupakan seseorang ??? Trus bisa move on atau gagal ???? Hahhaa

Ramdan Nasution mengatakan...

Berhasil dong..yg ada gagal mupon sama keindahan alam slama trip.. :p

Heri Shu Travelographer mengatakan...

jalan yang penting sampe, tidur yang penting merem dan makan yang penting kenyang.

tambahin dikit "dan hatipun senang" hehehe

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...