Rabu, 15 Februari 2012

Keindahan Garut dan Pantai Selatan..



"Ke Garut aja yuk..pantainya katanya bagus bagus" akhirnya keputusan final dicapai setelah bingung mau ngabisin liburan imlek kemana..seperti biasa anak anak ini haram hukumnya membiarkan tanggal merah ga bekpekeran..berbagai rencana timbul antara  lain Ujung Kulon ("ombaknya lagi jelek bro") maupun Green Canyon ("masih musim ujan, airnya coklat") dan akhirnya pilihan jatuh ke Garut.

Maka akhirnya terpilihnya orang orang ga berotak untuk jalan ke garut yang terdiri dari :
1. Ramdhan (gw sendiri, orang ternormal dalam tim)

2. Anggar (tim leader yang merupakan mantan supir dan salah satu calon ketua merangkap supir abadi)

3. Suging (si muka artis, ada yang bilang mirip bimbim, ada yang bilang mirip pasha, ada yg bilang mirip Aa'Gym, ada juga yang bilang mirip bispak bisma, tergantung sudut pandang dan jarak pandang)

4. Dedi (fotografer tim. Konon kabarnya Crhistian Sugiono mah lewaatt.. *skill potonya, bukan tampangnya*)

5. Fitrah (cowok stress yang jadi tambah stress sepulang dari trip, ngakunya lahir taun 91..91 SM)

6. Ra Ani (bu sekretaris..impor punya..muridnya Asia Carerra..lumayanlah harganya lebih tinggi dari lokal)

7. Chocho (calon perawat yang ga cocok jadi perawat. cocoknya jadi operator kayaknya)

8. Dyan (pusat informasi tim, ga heran para bos berusaha mendapatkan "service"nya. Secara tampangnya kayak personil Cherybelle)

9. Aini (emang sih ada peraturan ninggalin otak saat trip, tapi anak satu nih ma kebangetan, cadanganya juga ditinggal)

10. Asri (ibunya anak anak dan anaknya ibu ibu. Bisa jadi tempat bersandar dikala susah dan di kala tidur)

11. Lita (batak murtad, kerjanya tidur sama mukulin orang mulu di mobil)

Pasukan dah lengkap, saatnya berangkaat. Kita kumpul di rumah Dyan dan capcus ke Garut jam 23.00 dengan menyewa mobil 225rbu/hari. Rencananya kita mau berhenti di rest area pertama tol cikampek, tapi berhubung faktor U pada driver mobil ke 2 maka rest areanya kelewatan. Maka kita berhenti di rest area kedua. Disini kita merayakan ultah Anggar yang ke 68 (atau 89..atau 94..pokoknya segitulah)

Tujuan pertama kita adalah Pantai Santolo yang terkenal itu. Kita same di Santolo pagi, untuk masuk kita dikenakan biaya 3rbu/orang tanpa biaya mobil. Disana kita makan di salah satu restoran pinggir pantai. Saran gw : Jangan makan disitu!!!! Nasi gorengnya mahal 10rbu/porsi dan ga enak, bueeehh!!! Untung aja nasi gw tumpah di tengah waktu makan.


Disini pantainya ternyata ruameeee..udah kaya cendol aja di pantai. So gw milih tidur aja di mobil sambil nunggu yang lain maen ke pantai..Zzzzz..

Dateng dateng mereka semua dalam keadaan basah dan kita langsung menuju pantai berikutnya yaitu Pantai Sayang Heula. Karena mereka basah ga mungkin dong duduk di jok, maka pinta bagasi mobil dibuka dan kursinya dilipet.


Pantai Sayang Heula ini ga jauh dari Santolo. Dari tempat tiket belok kanan, trus ketemu pertigaaan belok kanan lagi, luruuuuus aja dan sampailah kita ke Pantai Sayang Heula yang lebih oke dan lebih sepi dari Santolo. Disini tiket juga seharga 3rbu/orang.


view menuju pantai..
Ga lama kita langsung turun ke pantai untuk photo session di antara karang karang di pantai.



Puas poto poto kita jadi laper dan badan pada lengket. So kita numpang mandi di warung sekalian makan. Karena dendam nasgor tadi pagi maka gw mesen bakso seharga 7rbu/porsi  di kombo dengan mi goreng seharga 5rbu/porsi , saran lagi nih : Jangan pesen mi rebus karena kuahnya asiiinnn..
Disini juga menjual Matalembu, yaitu makanan sejenis keong yang biasa dijadikan lauk. Hanya saja gw ga brani makan karena takut alergi. Ga lucu kan harusnya seneng seneng malah jadi bentol bentol.


Next stop adalah Pantai Ranca Buaya. Dari Santolo belok kiri di pertigaan pertama. Luruuuuusss aja sampe bosen, trus cari plang tanda ke Ranca Buaya. Nemu perempatan belok kiri, maka kalian telah memasuki kawasan Ranca Buaya. Disini ga banyak yang bisa dilakukan kecuali poto poto. Kita ga bisa futsal, ga bisa maen PS apalagi maen layangan.




pasangan homo..

Bosen disini maka tujuan terakhir adalah Puncak Guha. Perjalanan ke Puncak Guha pun udah menyegarkan mata. Sejauh mata bisa memandang cuma ada hamparan sawah nan hijau dan jejeran pantai nan ciamik.



Buat yang maen ke daerah pantai selatan Garut tempat ini WAJIB dikunjungin. Terletak sekitar 3km sebelum Ranca Buaya tempat ini menyajikan keindahan yang tiada dua. Dari awal masuk kita udah disambut jejeran jagung di kanan dan kiri (pohonnya ya, bukan buahnya). Begitu barisan pohon jagung ilang..beuuuuuuhhh... speechless..kita langsung jingkrak jingkrak buat mengabadikan kombinasi...emmm...susah deskripsiinya..liat aja langsung ya..







Disini juga ada Goa Kelelawar yang merupakan tempat tinggal kelelawar (yaiyalah namanya juga goa kelelawar).


Sebenernya berat buat kita ninggalin tempat ini..apa daya waktu sudah mau magrib dan kita masih harus menuju Pengalengan untuk rafting. Dari puncak Guha ke Pengalengan memakan waktu normal 4 jam tapi karena dari Ranca Buaya kita melihat ada plang menuju Pengalengan kita memutuskan mengambil jalan pintas tersebut.

Ternyata jalan pintas ini melewati jalan kecil yang diapit lereng dan tebing tinggi. Sehingga ketika ada mobi dari arah berlawanan salah satu harus minggir dulu, mana jalanannya berliku liku dengan bekas longsoran di sana sini. Kita semua berdoa semoga hujan ga turun malam ini. Gw sangat bersyukur membawa Dyan di tim ini, GPSnya amat sangat berguna. Dyan cantik deh malem itu. :D

Di tengah jalan bensin mau abis, udah gitu kita jarang nemu peradaban. Maka ketika kita nemu tukang bensin yang udah tutup kita langsung kalap. Sampe sampe tetangga samping rumah pada keluar untuk ngeliat ada rame rame apa diluar. Ga cuma membuat tukang bensin eceran untuk buka, kita juga numpang kencing dan ngopi2, jadinya warung yang seharusnya sudah tutup pun jadi buka lagi. Tim ini bukan udah putus, tapi emang ga punya urat malu.

Namanya juga jalan pintas, ga sampe 4 jam kita dah sampe Pengalengan. Berhubung kita janjian di Terminal dan kita gatau terminalnya maka kita berhenti buat makan pecel ayam dulu deh, harganya cuma 15rbu/org. Eh Tuhan emang bersama para bekpeker, ternyata tempat makan kita terletak di depan terminal Pengalengan. What a luck!!

Kenyang makan kita ketemuan sama guide kita dan menuju rumahnya untuk nginep. Nih akang emang baek banget, padahal nginep dirumahnya ga termasuk paket rafting. Di rumahnya dia cerita tentang kehidupan jadi pemandu rafting,sejarah rafting di Pengalengan dan tentang korban korban selama rafting plus nyediain teh manis anget..mantaaappp...

Paginya kita diajak melihat debit air, sungainya emang keren. Di kanan kirinya kita dimanjakan dengan deretan hutan pinus dan berbagai kegiatan penduduk sekitar yang sedang berkebun. Pokoknya Subhanallah banget deh.






Pas balik ke rumahnya lagi kita udah disuguhin gorengan dan teh manis anget. Pas banget lagi dingin dingin gini..ajiiiibb.

Puas rafting maka perjalanan kita lanjutkan ke curug Siliwangi. Biaya masuknya adalah 3rbu/orang dan 10rbu/mobil. Tapi karena keterbatasan waktu dan untuk menuju curugnya memakan waktu trekking 3 jam maka kita hanya mengunjung Goa Belandanya saja. Goa ini ga punya penerangan sehingga untuk masuk kita harus menyewa paket pemandu + petromaxnya seharga 30rbu Goa ini dulu dibuat untuk penyimpanan barang barang suplai perang sehingga terasa dingin seperti di kulkas. Disini juga rumah bagi lumayan banyak kelelawar.
hutan pinus
goa jepang


penampakan makhluk goa..

Selesai ekxpedisi bawah tanah kita melanjutkan perjalanan ke aliran sungai dari Curug Siliwangi. Ternyata alirannya aja lumayan kereeennn, apalagi curugnya ya..



Puas disini maka kita pulang dikarenakan hari mulai sore. Perjalanan menuju Jakarta sih biasa biasa aja, sama seperti perjalanan balik lainnya hanya saja kali ini ditambah cerita cerita seputar tol yang sudah merenggut banyak nyawa oleh Dyan (lagi lagi ni anak apdet bner ya)

Akhirnya kita smape juga di Jakarta, tapi sebelum pulang kita makan dulu isi perut di daerah kalibata. Setelah kenyang dan balikin mobil maka kita rame2 menuju rumah Dyan dianterin mobil Chocho untuk ngambil motor. Akhirnya setelah ambil motor akhirnya selesailah petualangan menjelajahi keindahan Garut dan Pantai Selatannya.

Oia trip kali ini cuma berbajet 450rbu/orang udah termasuk rafting..murah kan??

Tetap sehat tetap semangat karena besok kita akan main ke Semarang - Jogja..

NB : Di tengah terjangan berbagai kabar buruk di negeri ini, gw sangat ingin memberikan sebuah cerita tentang indahnya negeri kita, cerita yang bisa membuat kalian (minimal) iri dan tersenyum. Cerita yang bisa membuat kita berkata, aku cinta Indonesia.. :)

Trip now, Think later..

10 komentar:

diyanamatir mengatakan...

Pencemaran nama baik nih nama gw.. Hmmmm...

Anonim mengatakan...

juara ni kalo ada yang buat catatan perjalanan sehabis nge trip. lanjutkan bang

@fafauzan

Lita mengatakan...

sering" ya ngetrip gw sendiri dbelakang :D

ramdanUchiha mengatakan...

@Fafa : tuh edisi jogja dah keluar..cekidot cuii..

@Lita : eh tau ga??pas lo di blakang ndirian itu kan lo disuruh ke depan..itu tuh di samping lo ada nenek2 nemenin lo tau..

yovanda izabella mengatakan...

cakep blog mu gan... salam backpack samarinda

Lita mengatakan...

hufff knp bukan cowo ganteng ya... tp sebenernya si nenek itu bisikin aku mau peluk ramdhan lho.....tapi berhubung karena yang di hubung sudah tdk terhubung lagi eh berhubung krn si nenek liat ramdhan bewokan jd dia deketin aku yg polos ini deh wkwkwkwkwwkkwk

diyanamatir mengatakan...

@Lita itu bener2 menyeramkan loh.. hiyyyy

ramdanUchiha mengatakan...

pas kita noleh ke belakang ngliat muka lita kayak nenek nenek loh..tuaa banget..hiiii...

Lita mengatakan...

@dyan ia dy bener" menyeramkan kayak ramdhan :P

@ramdhan sama kayak lo dhong dhan wkwkwkwkwk

ramdanUchiha mengatakan...

kan nenek2..klo gw mah kakek2..bijimane siihh??

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...